Desa Wadas Gelar Musdes Rumah Desa Sehat dan Rembug Stunting, Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Sehat

Desa Wadas Gelar Musdes Rumah Desa Sehat dan Rembug Stunting, Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Sehat Desa Wadas Gelar Musdes Rumah Desa Sehat dan Rembug Stunting, Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Sehat

Plantungan – Pemerintah Desa Wadas, Kecamatan Plantungan, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rumah Desa Sehat, Rembug Stunting, Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2027, serta Musyawarah Desa Khusus Reorganisasi Pengurus KDMP pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menyusun arah pembangunan desa yang lebih terencana dan berkelanjutan. Bertempat di Balai Desa Wadas, kegiatan dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, kader kesehatan, unsur lembaga kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan desa, khususnya di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wadas menyampaikan bahwa Rumah Desa Sehat (RDS) merupakan ruang bersama bagi masyarakat untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa. Menurutnya, keberadaan RDS tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. "Melalui Rumah Desa Sehat diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung program kesehatan, mulai dari penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, hingga optimalisasi pelayanan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM)," ungkapnya.

Mewakili Camat Plantungan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Camat sekaligus menyampaikan salam kepada seluruh peserta musyawarah. Ia menjelaskan bahwa forum Rumah Desa Sehat menjadi tahapan awal dalam proses perencanaan pembangunan daerah, di mana berbagai usulan masyarakat akan dibahas dalam Rembug Stunting sebelum nantinya menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan perencanaan anggaran tahun 2027. Ia juga mengajak seluruh peserta agar tidak pernah bosan menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan, karena setiap usulan akan melalui tahapan perencanaan yang menjadi dasar pembangunan desa di masa mendatang.

Pada sesi pembahasan Rumah Desa Sehat, peserta sepakat bahwa keberadaan RDS harus mampu menjadi pusat edukasi dan konsultasi kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, penggunaan jamban sehat, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Agenda berikutnya membahas upaya percepatan penurunan stunting di Desa Wadas. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa saat ini masih terdapat lima balita yang terdata mengalami stunting. Penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada balita, melainkan dimulai sejak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga anak usia balita melalui pendekatan yang terintegrasi. Sejumlah usulan prioritas juga disepakati sebagai bagian dari intervensi penanganan stunting, di antaranya pengadaan makanan tambahan (PMT) Posyandu, dukungan sarana administrasi Posyandu enam bidang pelayanan, kontainer penyimpanan, serta alat pemeriksaan laboratorium guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain membahas isu kesehatan, musyawarah juga menetapkan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027. Tim tersebut nantinya bertugas menyusun dokumen perencanaan pembangunan desa dengan mengakomodasi aspirasi masyarakat secara partisipatif serta memperhatikan keterwakilan perempuan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam musyawarah yang dipimpin Ketua BPD, Wahyu Hidayat ditetapkan sebagai Ketua Tim Penyusun RKP Desa didampingi Ali Sodikin sebagai Sekretaris bersama lima anggota lainnya. Melalui pelaksanaan Musdes ini, Pemerintah Desa Wadas berharap sinergi antara pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Plantungan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh masyarakat dapat terus terjalin. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program kesehatan maupun pembangunan desa diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mewujudkan masyarakat Desa Wadas yang sehat, mandiri, serta terbebas dari stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Wadas dalam membangun desa melalui perencanaan yang partisipatif, berbasis kebutuhan masyarakat, dan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Kendal menuju masyarakat yang semakin sejahtera.

(PH)