Kecamatan Plantungan menerima penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Tahun 2026 dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Plantungan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi awal pelaksanaan KKN UPGRIS Berdampak yang berlangsung mulai 29 Juli hingga 2 September 2026.
Acara diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN UPGRIS. Dalam sambutannya, Korcam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Plantungan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah menerima kehadiran mahasiswa KKN. Ia menjelaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sehingga mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan program kerja.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan bahwa tema "KKN Berdampak" mengandung semangat untuk menghadirkan manfaat dan perubahan positif bagi masyarakat. Sebanyak 1.130 mahasiswa diterjunkan di beberapa kabupaten, dengan masing-masing desa di Kecamatan Plantungan menerima 17 mahasiswa. Program yang akan dilaksanakan meliputi bidang pendidikan melalui pendampingan belajar dan literasi digital, inovasi serta pemberdayaan UMKM, serta kesehatan dan pelestarian lingkungan. Mahasiswa juga diingatkan untuk selalu menjaga etika dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
Camat Plantungan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN UPGRIS. Ia menyampaikan bahwa Kecamatan Plantungan merasa istimewa kembali menjadi lokasi pengabdian mahasiswa setelah pelaksanaan KKN periode sebelumnya menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, berbagai program yang telah dijalankan, seperti inovasi penanganan sampah di Desa Wonodadi, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata.
Camat juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga sikap, menjunjung tinggi kejujuran, menghormati adat istiadat setempat, serta tidak berjalan sendiri dalam melaksanakan program. Mahasiswa diminta terus berkomunikasi, beradaptasi dengan masyarakat, melanjutkan program yang telah direncanakan, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat. Kepada para kepala desa, Camat mengajak untuk membuka ruang pembinaan, memberikan dukungan penuh, dan menganggap mahasiswa sebagai bagian dari keluarga selama melaksanakan pengabdian di desa masing-masing.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan KKN UPGRIS Berdampak 2026 di Kecamatan Plantungan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
{AIF}